Kartu Kuning Ketua BEM UI, Ini Komentar Mendagri

Ketua BEM Universitas Indonesia, Zaadit Taqwa. (foto: ist)

Ketua BEM Universitas Indonesia, Zaadit Taqwa. (foto: ist)

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyayangkan aksi kartu kuning yang dilakukan Ketua BEM Universitas Indonesia, Zaadit Taqwa di acara Dies Natalis UI. Menurut Tjahjo, Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang hadir untuk memberi sambutan adalah bentuk penghormatan dan penghargaan kepada civitas akademika UI.

Setiap orang, kata Tjahjo memang berhak melontarkan kritik. Termasuk mahasiswa yang memang harus kritis. Tapi, hendaknya kritik disampaikan dengan objektif.

“Tindakan mahasiswa UI yang demonstratif yang sangat tidak menghormati acara resmi Universitas dan menghormati Presiden yang hadir memberikan penghormatan kepada keluarga besar UI,” ujar Tjahjo di Jakarta, dilansir website resmi Kemendagri.

Kata Tjahjo, kalau mau unjuk rasa menyampaikan aspirasi sah-sah saja. Tapi harusnya di luar tempat acara resmi. Tidak di tempat acara yanh terhormat bagi civitas akademika UI dan menghormati kehadiran tamu.

Terkait pernyataan Presiden Jokowi yang berniat ingin mengirim Ketua BEM UI ke Asmat, Papua, Tjahjo mengatakan itu bentuk pengajaran yang bijak. Menjadi pandu bangsa itu haruslah berpengalaman. Punya pengalaman langsung. Dan juga tentu punya sopan santun. Bukan hanya bisa protes, tapi jadi kaum terpelajar yang tahu masalah. “Semoga dia (Ketua BEM UI) mampu bersikap bijak juga,” katanya. (**)