Kemendagri Fasilitasi Layanan KTP-el Suku Baduy

Ilustrasi.

Ilustrasi.

DJOURNALIST.com – Tahun politik 2018, menjadi tahun tersibuk dan terpenting bagi kementerian/lembaga yang menangani kepemiluan, tidak terkecuali Kemendagri. Sebagai lembaga yang menjalankan kewajiban negara di bidang administrasi kependudukan, Kemendagri memastikan setiap warga negara memiliki instrumen untuk mengakses hak politiknya pada Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019 tanpa terkecuali.

Suku pedalaman dan terpencil adalah salah satu kelompok warga yang menjadi sasaran prioritas sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan program Nawacita Pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla. Hal ini terus didorong oleh Ditjen Dukcapil untuk dijalankan jajaran Dinas Dukcapil provinsi dan kabupaten/kota, salah satunya bagi warga pedalaman Suku Baduy di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Pemerintah Kabupaten Lebak, melalui Dinas Dukcapil, membuka layanan rekam cetak KTP-el bagi warga Suku Baduy di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Lebak, Banten.

Selain KTP-el, layanan yang berlangsung dari tanggal 12 sampai 19 Februari 2018 ini juga melayani dokumen kependudukan lain, seperti Akta Kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), Kartu Keluarga (KK).

Kepala Dinas yang membidangi Adminduk Provinsi Banten, Sitti Ma’ani Nina menyampaikan, kegiatan pelayanan di Desa Kenekes sebagai langkah nyata memastikan warga pedalaman Suku Baduy memiliki hak pilih pada Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

“Iya, layanan rekam cetak KTP-el dan dokumen kependudukan ini sebagai langkah kita untuk memenuhi hak pilih warga pedalaman Suku Baduy pada Pilkada 2018 dan Pemilu 2019”, jelas Nina, dilansir laman resmi Kemendagri.

Tim Media Dukcapil melakukan wawancara langsung kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) ini di lokasi pelayanan Rumah Singgah Desa Kanekes.

Menurut Nina, pihaknya sudah melakukan berbagai pendekatan untuk mengajak warga Suku Baduy untuk mendatangi tempat pelayanan, di antaranya pendekatan saat acara Seba Besar Suku Baduy ke Gubernur Banten beberapa waktu yang lalu. Juga pendekatan melalui camat, kepala desa, kepala kampung, tokoh masyarakat, dan termasuk melalui ketua Suku Adat Baduy.

Dari pantauan Tim Media Dukcapil di lokasi, terlihat warga Suku Baduy Luar dan Dalam berdatangan mengenakan pakaian khas serba hitam dan putih, dan tanpa alas kaki.

Warga Suku Baduy mulai dari anak muda, orang tua, ibu-ibu, bapak-bapak, anak-anak, semua tampak semangat. Begitupun halnya tim pelayanan Dinas Dukcapil Kabupaten Lebak, dan Tim Teknis Ditjen Dukcapil Kemendagri, tampak ramah dan bersemangat melayani warga.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemendagri yang membantu Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten di dalam kegiatan layanan Adminduk ini. Sebagaimana kita ketahui, untuk Baduy ini adalah suku yang khas yang ada di Provinsi Banten yang segala sesuatunya sangat taat menganut adat Suku Baduy”, jelas Nina mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan langsung dari Ditjen Dukcapil Kemendagri. (**)