Gegara Macet, Mendagri Terpaksa Tidur di Ruang Tamu Kampus IPDN

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. (foto: Humas Kemendagri)

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. (foto: Humas Kemendagri)

JATINANGOR – Selepas menghadiri sidang senat terbuka penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa kepada mantan Presiden RI kelima, Megawati Soekarnoputri di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kamis pagi (8/3) di Jatinangor, Sumedang, malam harinya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo langsung menghadiri acara rapat koordinasi Tim Penggerak 

Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Jakarta. Di rapat itu, Tjahjo sempat menceritakan kisahnya saat terjebak macet parah di jalan tol Cipularang, Rabu (7/3). 

Hari Rabu itu, usai menghadiri acara rapat koordinasi nasional penanganan konflik sosial di hotel Bidakara, Tjahjo langsung meluncur ke Jatinangor, Sumedang untuk menghadiri proses pemberian gelar doktor kehormatan untuk Megawati di kampus pamong. Ternyata perjalanan ke Jatinangor, tidak semulus yang direncanakan. Berangkat dari Jakarta, sekitar pukul 13.00, begitu masuk jalan tol, langsung dihadang kemacetan. 

Kata Tjahjo, ia baru kali ini mengalami kemacetan parah di jalan tol. Belasan jam, waktu yang harus ditempuh, hanya untuk sampai ke Jatinangor. Dan, berjam-jam, mobil yang ditumpanginya tak bergerak di jalan bebas hambatan karena kemacetan. Mungkin, kata Tjahjo, kemacetan dari Rabu siang sampai malam, menjadi rekor tersendiri.

“Memecahkan rekor MURI kemarin naik mobil dari Jakarta ke Bandung biasanya 4 jam, ini 11 setengah jam,” katanya. 

Awalnya, ia perkirakan sampai ke Jatinangor, paling lambat sekitar pukul 17.00. Tapi karena macet yang menggila, perjalanan pun molor berjam-jam lamanya. Tiba di Jatinangor menjelang tengah malam. Sekitar pukul setengah dua belas, ia baru tiba di Jatinangor. 

“Sampai di IPDN sudah jam setengah 12 malam,” katanya. 

Tadinya, kalau tiba dengan waktu yang telah diperkirakan, ia ingin langsung istirahat di hotel dekat kampus IPDN. Tapi karena waktu sudah larut, menjelang dini hari, Tjahjo memutuskan menginap di kampus IPDN, karena esok paginya, ia sudah harus mimpin apel pagi. Dan apel, digelar sekitar pukul 7. Di ruang tamu gedung rektorat,  ia tidur. 

“Sampai, ke hotel enggak mungkin.  Akhirnya tidur di ruang tamu IPDN. Enggak bisa tidur gordennya buka tutup, karena pagi sudah ada acara jam 7 apel ya sudah,” kata Tjahjo. (**)