Sebelum Tinggalkan Tanah Suci, Jemaah Haji Diimbau Tidak Gunakan Wewangian Berlebihan di Pesawat

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Pasca salat dhuhur di Musallah Hotel Masaat Al Aseel, pemondokan seluruh jemaah haji kloter 14 UPG, penuh haru, Minggu, 2 September 2018. Isak tangis, jabat tangan, pelukan, mewarnai susana saling memaafkan para jemaah yang kurang lebih 40 hari bersama menjalankan rukun Islam ke lima.

Selama beribadah di dua Kota suci, Mekkah dan Madinah, pasca dhuhur tersebut merupakan pertemuan terakhir bagi para jemaah dan petugas kloter sebelum pulang ke tanah air pada Rabu, 5 September 2018 waktu setempat.

“Pertemuan tersebut selain membahas mengenai informasi penting terkait hal hal teknis persiapan pemulangan jemaah, juga ada manasik ibadah terkait Tawaf Wada’ oleh Pembimbing Ibadah Kloter Muhammad Nur serta manasik kesehatan oleh dr. Benny Novrianto,” jelas Ketua Kloter 14 UPG, Mawardy Siradj.

Pada pertemuan itu juga diadakan simulasi proses pemulangan, mulai dari informasi terkait keselamatan penerbangan khususnya menyangkut aturan maskapai penerbangan internasional atas barang bawaan jemaah haji.

“Disampaikan juga bahwa khusus kloter 14 UPG jadwal penimbangan barang atau koper bagasi, sehingga diharapkan jemaah bisa tepat waktu,” sambung Mawardy Siradj.

Seluruh hal teknis pun dibahas dalam pertemuan akhir tersebut. Seperti pemastian jemaah telah usai melaksanakan ibadah Tawaf Wada’, antisipasi jemaah yang tercecer atau terpisah dari rombongan, kesepakatan pemgumpulan paspor, serta imbauan kepada jemaah untuk tidak menggunakan wewangian berlebihan di pesawat.

“Itu demi kenyamanan seluruh penumpang,” tambah Mawardy Siradj.

Sebagaimana diketahui, jumlah jemaah kloter 14 UPG awalnya sebanyak 453 orang, tapi saat ini hanya berjumlah 452 orang. Karena 1 orang jemaah meninggal dunia di pemondokan Mekkah sebelum memasuki masa Armina karena serangan jantung yakni ibu Aty Yuliana Kasmidi asal Manokwari Papua Barat. Satu orang Tanazul keluar ke Kloter 04 UPG dan 1 orang Tanazul masuk dari kloter 16 UPG.

Rencananya, kloter 14 yang terdiri dari jemaah haji asal Kabupaten Maros, dan Papua Barat tersebut akan tiba di tanah air sekitar pukul 21.55 WITA, Kamis, 6 September 2018. (**)