Ini Klarifikasi Tamsil Linrung dalam Kasus E-KTP

Politisi PKS, Tamsil Linrung

Politisi PKS, Tamsil Linrung.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Terkit pernyataan Setya Novanto di Pengadilan Tipikor saat menjadi saksi untuk terdakwa Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan Made Oka Masagung, Selasa 18 September 2018 lalu.

Dalam pernyataannya Setnov menyebut sejumlah nama anggota DPR yang menerima dana E-KTP, salah satunya adalah Tamsil Linrung. Untuk itu saya ingin mengklarifikasi lagi hal tersebut, Kamis 20 September 2018

1. Berita yang beredar dan menyebut nama saya, hal tersebut saya tegaskan sebagai fitnah. Saya siap dikonfrontir dengan orang, siapapun itu, yang mengaku memberikan uang.

2. Saya yakin nama saya hanya dicatut, tapi faktanya tidak benar.

3. Tidak hanya itu, saya bahkan siap bersumpah mubahalah dengan pihak-pihak yang menuduh. Bersumpah atas nama Allah SWT, bahwa memang saya sama sekali tidak terkait dengan kasus KTP elektronik.

4. Dalam Islam sumpah mubahalah adalah saling melaknat atau saling mendoakan agar laknat Allah SWT dijatuhkan kepada orang yang zalim atau berbohong diantara mereka yang berselisih.

5. Jika saya menerima uang yang disebutkan itu, dalam jumlah berapapun maka laknat Allah SWT atas diri saya.

6. Dan jika saya benar tidak menerima, maka yang menuduh, yang memfitnah dan mempercayai fitnah tersebut ditimpa laknat Allah SWT di dunia dan akhirat.

7. Dalam proses pembahasan, saya berani garansi jika saya tidak pernah terlibat membahas KTP elektronik ini di luar rapat-rapat resmi DPR.

8. Saya juga tidak mengenal para terdakwa dan tidak pernah bertemu secara pribadi. Kecuali di forum rapat resmi DPR yg saya pimpin, sebagai salah satu pimpinan Badan Anggaran

9. Selain itu, saya pastikan tidak mengenal dan tidak pernah bertemu Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, Made Oka Masagung, dan Andi Agustinus alias Andi Narogong. Apalagi disebut menerima uang dari yg bersangkutan, sebagaimana informasi yang beredar.