Aras Imbau 34 Ribu Pekerja Migran Indonesia Diawasi Ketat

Anggota Komisi V DPR RI Muh.Aras.

Anggota Komisi V DPR RI Muh.Aras.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com  –  Presiden Joko Widodo alias Jokowi menyebut 34 ribu pekerja migran Indonesia akan berakhir kontraknya pada bulan Mei dan Juni 2020. Terkait hal itu, anggota komisi V DPR RI dari Fraksi PPP Muhammad Aras meminta mereka perlu dilakukan pengawasan kesehatan secara ketat.

“Pekerja migran tersebut harus diantisipasi dengan pemberlakuan protokol kesehatan yang ketat. Jangan sampai ada pekerja migran yang pulang ke Indonesia tanpa pemeriksaan dan proses karantina, Karena dikhawatirkan akan menyebabkan peningkatan kasus Covid-19,”ujar Aras.

Ketua PPP Sulawesi Selatan itu menghimbau pemerintah pusat dan daerah melakukan kerjasama untuk mengantisipasi datangnya 34 ribu pekerja migran dengan melakukan pendataan yang tepat.

Lanjut Aras, dari data tersebut, pemerintah daerah hingga pemerintah desa harus mengawasi siapa saja warganya yang jadi pekerja migran dan akan pulang ke Indonesia.

“Pemeriksaan kesehatan juga harus diberlakukan dimulai dari bandara kedatangan mereka. Oleh karena itu, Kami minta Kemenhub untuk menyiapkan alat-alat pengecekan kesehatan di bandara,”ucapnya.

Pemerintah Desa kata dia, juga harus menyiapkan tempat karantina bagi pekerja migran yang pulang ke desanya masing-masing.