Jokowi Berikan Izin Kapolri Lakukan Perekrutan 56 Eks Pegawai KPK

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo (kanan) bersama Sekretaris PDI Perjuangan Sulawesi Selatan, Rudy Pieter Goni (kiri) saat melakukan pemantuan vaksinasi Covid-19 di Warunk Upnormal, Jalan Andi Djemma, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, 5 Oktober 2021.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo (kanan) bersama Sekretaris PDI Perjuangan Sulawesi Selatan, Rudy Pieter Goni (kiri) saat melakukan pemantuan vaksinasi Covid-19 di Warunk Upnormal, Jalan Andi Djemma, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, 5 Oktober 2021.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Tjahjo Kumolo menanggapi persoalan 56 pegawai KPK yang diberhentikan secara terhormat.

Menurut Tjahjo, Presiden RI, Joko Widodo telah memberikan izin kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) untuk melakukan perekrutan terhadap ke 56 eks pegawai KPK.

“Prinsipnya presiden menyetujui kapolri melakukan rekrutmen pegawai KPK yang gagal menjadi ASN karena TWK (Tes Wawasan Kebangsaan),” kata Tjahjo seusai memantau kegiatan Vaksinasi Covid-19 yang dilakukan PDI Perjuangan Sulawesi Selatan di Warunk Upnormal, Jalan Andi Djemma, Makassar, Selasa, 5 Oktober 2021.

Menurutnya, Kapolri punya inisiatif melakukan perekrutan setelah mendapat izin dari Jokowi. Sehingga tugasnya sebagai Menpan mengamankan surat izin tersebut.

“Sekarang ini, kami menunggu dialog, proses rekrutmennya mau bagaimana yang dilaksanakan antara Mabes Polri dengan 56 teman-teman yang sudah diberhentikan di KPK secara terhormat. Nanti endingnya ada disaya,” ucapnya.

Lanjut Tjahjo, setelah mereka melakukan pertemuan, maka disitu akan diketahui berapa yang mau masuk bekerja di Mabes Polri dan berapa yang tidak.

“Kemudian mau dapat jabatan apa, difungsionalkan dimana, tentu aturannya bagaimana, sisitemnya ini apa,” tutur Tjahjo.

Oleh karena itu, ia menunggu proses dialog dan rekrutmen kapolri dengan teman eks pegawai KPK yang diberhentikan itu. “Tugas saya mengamankan surat presiden kepada kapolri yang sudah setuju kapolri melakukan rekrutmen,” tegasnya.