Pilpres 2024, Muhaimin Iskandar Punya Kans Dapat Dukungan dari Pemilih Milenial

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

JAKARTA,DJOURNALIST.com – Bertempat di Kafe Kala Tebet, Institute Kebangsaan menggelar ngobras Ramadhan dengan menghadirkan direktur lembaga survey Alvara institute dan direktur lembaga riset dan advokasi Lanskap Indonesia.

“Generasi Milenial Indonesia akan menajdi populasi terbesar saat indonesia memasuki usia emas 2045. Potensi suara mereka yang sangat besar selalu menarik jika dikaitkan dengan pilpres 2024. Kita akui sekalipun pilpres masih lama, 3 tahun lagi, namun semua hiruk pikuk hari ini pasti terkait dengan pilpres 2024,”kata  Hasanuddin Ali mengawali paparannya, Sabtu 1 Mei 2021.

“Saat ini Kita menangkap polarisasi yang semakin meruncing. Setelah pilpres yang awalnya dianggap selesai, ternyata tidak. Dibutuhkan politik yang sehat dimasa depan. Dibutuhkan jalan lain untuk membaw politik yang segar di Indonesia” Hasanuddin Ali menambahkan.

Pada tahun 2024. Separuh lebih pemilih adalah gabungan generasi milenial san GenZ/pemilih muda. Dan harus diakui untuk mendapat atensi kelompok pemilih muda ini tidak muda. Jadi kalau ditanya ke milenial, figur seperti apa yang akan dipilih, susah dijelaskan. Dibutuhkan cara yang jitu untuk bisa berhubungan dengan generasi ini

“Beberapa studi lembaga – lembaga dunia, salah satunya World Economic Forum, mengatakan bahwa ada beberapa hal yang akan mendapatkan atansi bagi pemilih muda. Pertama Isu dan perhatian terhadap kwalitas pendidikan. Kedua Isu ketenaga kerjaan. Ketiga Isu lingkungan, perubahan iklim dan pembangunan rendah karbon. Keempat Isu transparansi tata kelola pemerintahan. Jadi kuncinya, figur-figur yang bisa bicara dengan jelas soal 4 hal ini pasti mendapatkan perhatian generasi milenial dan GenZ,”ujar direktur Alvara research.

“Tidak muda mendpapatkan perhatian dari milenial. Mereka cenderung apatis namun juga mereka sebenarnya memperhatikan kondisi politik. Suara milenial juga susah ditebak, sebab mereka seringkali baru memutuskan dihari hari terakahir menjelang pencoblosan. Yang penting tidak dimusuhi anak anak milenial. Sekali mendapatkan atensi dan perhatian, maka peluang mendapatkan suara dari pemilih milenial akan besar. Berteman bergaul dengan milenial adalah kunci. 4 hal diatas adalah isu yang banyak diperbincangkan anak anak milenial. Maka jika seorang capres hadir dalam tema perbincangan diatas, maka otomatis seorang capres akan mulai dikenal dikalangan milenial,”jelas Hasanudin Ali.